Etika Menggunakan Sumpit Yang Tidak Boleh Dilakukan

Ketahui Penggunaan Sumpit Yang Benar Sebelum Pergi Ke Jepang.

Sejarah dan Pengenalan.
Sumpit merupakan alat bantu makan yang menggunakan 2 batang kayu kecil yang sama panjang dan dipegang antara jari-jari salah satu tangan. Fungsinya adalah agar bisa menjepit makanan dan memindahkannya ke wadah lain dan ke mulut. Sebenarnya sumpit tidak harus terbuat dari kayu, tapi bisa terbuat dari bambu dan logam. Sumpit banyak digunakan di negara Asia Timur, termasuk Indonesia.
Sumpit ditemukan pertama kali oleh bangsa Tiongkok, sejak 5000 tahun silam, bahkan sumpit pernah dibuat menggunakan bahan logam perak bagi kaisar dan pejabat tinggi kerajaan agar bisa mendeteksi racun dalam makanan, karena bahan perak akan berubah warna (reaksi kimia) jika bersentuhan dengan racun.

Dengan berkembangnya waktu dan jaman, penggunaan memakai sumpit yang baik dan sesuai etiket makan wajib kamu ketahui, terlebih jika kita berkunjung ke Jepang yang sangat menghormati tata krama. Agar kamu tidak malu atau bikin malu, informasi dibawah ini akan menjelaskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan sumpit.

  • Mayoibashi.
    Pada saat makan cuisine atau makan dengan banyak pilihan lauk dan piring, kamu tidak boleh sering melewati sumpit diatas lauk lainnya. Karena hal ini kemungkinan akan membuat tetesan atau kejatuhan dari makanan lain tercampur kepiring makanan lainnya.
  • Yosebashi.
    Memindahkan, mendorong atau menarik piring/mangkuk menggunakan sumpit. Hal ini mencerminkan perilaku buruk.
  • Tatakibashi.
    Membuat bunyi-bunyian dengan menggunakan sumpit dan mangkuk/piring, atau mengetuk-etukan sumpit ke piring/mangkuk. Hal ini berarti memanggil roh jahat.
  • Watashibashi.
    Meletakan sumpit diatas mangkuk dan piring yang berisi makanan. Hal ini sangat tidak sopan karena menunjukan tidak menghormati dan menghargai makan yang telah dibuat.
  • Saguribashi.
    Lebih tepatnya dalam bahasa Indonesia. mengubek-ubek diantara makanan. Pada makanan tradisional Jepang (washoku) hal ini tidak boleh dilakukan karena pada intinya Washoku adalah “makanan untuk mata” yang disajikan dan ditata sedemikian cantik secara visual dan memanjakan mata.
  • Neburibashi.
    Menjilati ujung sumpit. Hal ini termasuk tidak sopan
  • Tatebashi.
    Menusuk sumpit kedalam nasi. Hal ini pertanda pemakaman orang meninggal dan sangat dilarang, karena menunjukan seperti dupa yang tertancap.
  • Chigiribashi.
    Menggunakan sumpit dengan kedua tangan untuk membelah makanan seperti garpu. Hal ini merupakan etika yang tidak sopan. Jika memang makanan kamu tidak memungkin memakai sumpit, minta saja sendok dan garpu.
  • Sashibashi.
    Menusuk makanan untuk dapat mengambil. Hal ini tidak boleh dilakukan karena menunjukan rasa tidak hormat bagi pembuat makanan.
  • Utsushibashi.
    Mengoper makanan menggunakan antara sumpit dengan sumpit. Hal ini juga tidak boleh karena mencerminkan seperti di dalam pemakaman. Dahulu pada saat Buddha meninggal dan dikremasi, sisa bagian kremasi tubuh Buddha dibagikan dan dioper satu persatu dengan cara menggunakan sumpit antar sumpit.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai Etika Menggunakan Sumpit Yang Dilarang di Jepang, semoga berguna dan bisa kamu praktekan di rumah sebagai latihan sebelum pergi ke Jepang.

Keunikan Dan Semua Hal Tentang Negara Jepang

Mengupas keunikan dan semua  hal Tentang negara Jepang. Berbicara semua hal tentang Negara Jepang memang tidak ada habisnya, ada saja yang menarik untuk digali dibahas bahkan di kagumi. Bagi yang beruntung, berkunjung ke Jepang merupakan sebuah kesempatan istimewa dan juga langka.

Biaya hidup di Jepang terkenal cukup tinggi dan mahal. Ia juga merupakan Negara dengan peradaban ekonomi dan gaya hidup yang maju. Hingga kini Jepang juga masih menjadi Negara yang menjadi kiblat fashion dunia. Negara-Negara seperti Singapura, Thailand, Hongkong dan Indonesia merupakan Negara yang sebagian masyarakatnya menganut kehidupan masyarakat Jepang.

Harajuku merupakan style fashion remaja asal Jepang yang hingga kini masih banyak digandrungi oleh masyarakat dunia. Gayanya yang nyentrik beraksen warna-warna cerah menjadi daya pikat tersendiri bagi sebagian remaja di seantero dunia.

Membahas semua hal tentang Negara Jepang tak bisa lepas dari perkembangan tekhnologinya yang pesat. Jepang juga amat terkenal dengan majunya perkembangan dunia pertelevisian terutama anime, sebagian besar masyarakat dunia mengenal Jepang lewat kartun dan animenya. Doraemon, Shincan, Tsubatsa dan Dragon Ball merupakan salah satu dari sekian banyak anime-anime yang berasal dari Jepang.

Anime-anime tersebut tidak hanya laku keras di pasaran lokal Jepang melainkan ke seluruh dunia. Saking banyak dan bagusnya anime-anime Jepang para penggemar anime yang sering disebut otaku membuat cosplay yang biasanya sangat mirip dengan aslinya.

Cosplay juga merupakan kebudayaan modern asli Jepang yang kini kian mendunia. Para seniman cosplay biasanya mengadakan acara festival yang dihadiri oleh banyak pecinta anime dan cosplay di berbagai wilayah di Jepang.

Semua hal tentang Negara Jepang akan menjadi puncaknya saat musim semi datang dimana bunga sakura sedang bermekaran dan kemudian berganti daun-daun berguguran dan berubah warna menjadi kuning kecoklatan ketika musim gugur. Selain itu keberagaman budaya di Jepang juga menjadi nilai plus tersendiri bagi sebagian orang.

Jepang sangat terkenal dengan kedisiplinan tingkat tinggi, mereka sangat menghargai waktu dan sangat mencintai pekerjaan yang sedang digelutinya. Jepang juga terkenal akan ratusan pelajar berprestasi dan pelaku-pelaku bisnis yang handal

 

Luas daratan negara Jepang berkisar antara 378.000 km2 dengan rincian tiga perempat berupa gunung dan selebihnya berupa daratan dan juga cekungan. Sebagian wilayah Jepang terbentang pulau yang memilki luas sekitar 3000 km dari ujung utara hingga selatan. Sebagian wilayah Jepang dikelilingi oleh lautan dan pantai. Di Negeri Sakura tersebut berbagai macam spesies ikan tumbuh dan menjadi salah satu penunjang laju ekonomi di Negeri Matahari Terbit tersebut.

Jepang sendiri memilki  empat musim yang berotasi sangat teratur dalam setiap tahunnya. Di musim -musim tertentu sebagian masyarakat Jepang akan melakukan sebuah acara festival dengan tema yang berbeda-beda. Dalam setiap acara festival para pengunjungnya akan mengenakan pakaian adat dan dandanan yang sesuia denga festival yang berlangsung.

Nah demikian pembahasan saya mengenai semua hal tentang Negara Jepang, semoga bermanfaat.

Cara Cepat Belajar Bahasa Jepang Untuk Pemula

Pelajari tips mudah belajar bahasa Jepang untuk pemula dibawah ini. Jika kamu berminat dengan bahasa Jepang, entah itu untuk belajar, kerja, bisnis atau mencari jodoh orang Jepang. Maka kamu wajib baca sharing tips dari Sensei tentang belajar bahasa Jepang untuk pemula.

Ada 3 cara mudah dan cepat agar kamu bisa berbahasa Jepang, tapi sebelumnya kamu harus punya passion, tujuan dan setidaknya semangat untuk belajar bahasa Jepang,

Jika tidak mempunyai motivasi kuat dalam diri kamu, maka belajar bahasa Jepang hanya akan buang-buang waktu saja.

OK, silahkan simak dibawah ini yah.

  1. Belajar langsung ke negara Jepang.
    Ada pepatah bijaksana yang mengatakan, jika kamu mau menguasai suatu bahasa, belajarlah ke negaranya langsung. Jika kamu mempunyai motivasi kuat untuk menguasai bahasa Jepang, pergilah ke Jepang. Jangan 1 minggu atau 1 bulan, tapi setidaknya 1 tahun. Penelitian linguistik membuktikan jika manusia membutuhkan lingkungan untuk adaptasi bahasa dan menguasai lebih baik dibutuhkan waktu setidaknya 1 tahun. Juga, semakin umur kita menua, otak akan sulit untuk memberikan ruang verbal bahasa untuk berkembang. Nah, jika kamu masih berumur 20an tahun potensi kecepatan kamu menguasai suatu bahasa asing akan lebih cepat.
    Mungkin kamu akan bilang, 1 tahun itu lama sekali? Yah itu lama sekali jika kamu sudah berumur separuh baya, mempunyai keluarga dan tanggung jawab besar di kampung halaman, tapi jika kamu masih berumur 20an tahun, kamu bisa mencari pengalaman dengan bekerja atau belajar di Jepang. Banyak orang Eropa melakukan hal ini di Jepang. Lagipula, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, betul?
  2. Ambil Kursus Bahasa Jepang Offline/Online dan Cari Pengajar Orang Jepang Asli.
    Memilih kursus bahasa Jepang Online direkomendasikan bagi kamu yang sibuk dengan pekerjaan atau studi yang ditempat yang tidak memungkinkan untuk belajar tatap muka. Tapi jika kamu bisa memilih kursus bahasa Jepang tatap muka langsung, usahakan dengan pengajar Native Teacher atau orang Jepang asli. Karena kita akan berhadapan banyak orang Jepang suatu saat nanti, akan lebih baik jika latihan lawan bicara kita adalah orang Jepang asli.
  3. Cari Komunitas tentang Jepang dan Memiliki Kesamaan Menguasai Bahasa Jepang.
    Untuk tetap aktif dalam berbahasa Jepang, carilah komunitas Jepang atau komunitas berbahasa Jepang, jadi selain belajar, kita juga akan tetap aktif berbahasa Jepang, karena jika pasif beberapa waktu saja, penguasaan bahasa akan mudah dilupakan. Untuk menguasai suatu bahasa dibutuhkan pengulangan dan aktif dalam pengucapan agar dapat terus merangsang otak. Jika kamu konsisten melakukan hal ini setiap hari, dijamin dalam 1 tahun setidaknya kamu sudah bisa berbicara bahasa Jepang dan dijamin tidak akan nyasar saat di Jepang sendirian. Sebagai bonus dan motivasi, orang Jepang menyukai orang asing yang bisa berbahasa Jepang apalagi wanitanya, jadi buat yang lagi cari jodoh buruan kuasai bahasa Jepang. Siapa tahu dapat jodoh wanita/pria Jepang. Satu alasan kuat bagi kalian yang akan belajar bahasa Jepang.

Tempat Terbaik Di Tokyo Untuk Menikmati Festival Bunga Sakura

Inilah tempat terbaik untuk menikmati festival bunga sakura di Tokyo. Suhu pada saat itu mulai menurun, jaket musim dingin mulai diperdagangkan dan putik bunga dipohon cherry mulai merekah, artinya tidak akan lama lagi akan datang musim paling ditunggu, dalam tradisi Jepang disebut, Hanami. Yang berarti “Festival Bunga Sakura”.

Tradisi budaya ini merupakan sesuatu yang ditunggu dan memberikan pengalaman spiritual (metafora) atas keindahan alam yang diberikan, serta berkumpul bersama diluar, makan, minum, dengan kata lain piknik bersama dibawah indahnya pohon Sakura.

Beberapa posting kebelakang Sensei memberikan informasi tentang Osaka dan Kyoto, maka kali ini sensei akan coba share tentang Tokyo, khususnya tempat-tempat terbaik untuk menikmati indah pohon bunga Sakura.

  • Meguro River (Sungai Meguro).
    Lokasi ini terletak di lingkungan perumahan sepanjang pinggir sungai, keindahan pohon yang terlihat seperti bergantung diatas sungai. Sepanjang kita berjalan terlihat keindahan senja matahari yang akan diikuti dengan Yozakura (Festival Sakura Malam Hari), diterangi dengan lentera merah muda dan oranye. Terdapat 800 pohon sakura ditempat ini, tersebar sepanjang 4 kilometer dari sungai.
  • Taman Ueno (Ueno Park).
    Hanya beberapa langkah dari Stasiun Ueno, lokasi ini terdapat 800 pohon sakura dan pada saat bunga merekah pada puncaknya, akan seperti berjalan dibawah kanopi bunga sakura. Tempat ini menarik banyak sekali para turis baik asing dan domestik. Terdapat banyak jajanan juga, jadi bisa gak bakal kelaparan. Rekomendasinya adalah tunggu sampai malam hari, perpindahan suasana dari terang ke malam akan sangat indah dan romantis.
  • Sungai Sumida (Sumida River).
    Terletak dekat dengan Stasiun Asakusa, dan area kuil terkenal Asakusa. Sungai Sumida membelah daerah historis Tokyo, Shitamachi dan sekitarnya. Jalanlah sepanjang pesisir sungai, kamu akan dapat menikmati indahnya bunga sakura. Diseberang sungai Sumida terdapat Taman Sumida (Sumida Park), kamu bisa mencari Yakatabune atau restoran terapung. Nikmati pemandangan spektakuler lebih dari 960 pohon sakura disepanjang sungai Sumida, dengan latar belakang Tokyo Skytree.
  • Taman Yoyogi (Yoyogi Park).
    Festival Bunga Sakura tidak harus berasa tenang, damai dan romantis. Jika kamu mau suasana yang lebih energetic atau bersemangat, coba aja kesini, terletak di Shibuya. Sepanjang tahun ini, taman Yoyogi penih dengan anak muda, baik itu mahasiswa atau pelajar. Mereka menikmati keindahan bunga sakura dan jajanan kuliner sepanjang jalan. Biasanya mereka bergerombol dan agak heboh atau berisik. Jadi, semangat anak muda menular jika kamu ke taman Yoyogi, serasa muda kembali lho.

Cara Keluarga Jepang Mendisiplinkan Anak Yang Patut Ditiru

Beginilah cara keluarga Jepang mendisiplinkan anak mereka yang patut kita tiru. Bagaimana keluarga Jepang mendisiplinkan anak-anak mereka dan bagaimana mereka memunculkan perilaku yang baik di tempat publik? simak pengalaman dari salah satu kontributor semuajepang.com ibu Rita Subianto.

Saya bukan satu-satunya ibu non-Jepang yang menanyakan pertanyaan ini. Salah satu kesalahpahaman besar aku setelah pindah ke Jepang adalah bahwa anak-anak yang berada disini, di lingkungan yang sempurna, disiplin sejak lahir.

Aku membayangkan robot kecil, mendengarkan orang tua mereka dengan hormat, diam-diam mengikuti semua aturan dengan ketaatan bawaan dan presisi.

Dari awal perjalanan kami di kereta, ini pasti tampak akan menjadi kasus. Anak yang lerlihat lebih muda dua tahun dari anak saya duduk terdiam dan hening di kursi kereta mewah, sedangkan anak saya berlaku seperti didalam mobil sendiri seperti: menari, melompat, membagikan senyum menawan bagi penumpang lainnya.

Sementara aku berbisik teguran mendesak, para ibu Jepang tampaknya memancarkan ketenangan, sehingga anak-anak mereka yg duduk di samping mereka tenang dan berperilaku baik.

Anak saya tidak berperilaku buruk, persis. Hanya ada perbedaan budaya yang jelas dalam bagaimana ia diharapkan untuk berperilaku dan apa yang rekan-rekan Jepang-nya diajarkan. Aku mulai bertanya-tanya: bagaimana sebenarnya keluarga Jepang mendisiplinkan anak-anak mereka? Bagaimana mereka memunculkan perilaku yang sempurna seperti di tempat publik?

Saya bukan satu-satunya ibu Indonesia atau warga negara asing yang bertanya pada diri sendiri tentang pertanyaan ini. Menemukan balita Jepang nakal menjadi sesuatu dari permainan dengan teman-teman ibu internasional lainnya setiap kali kita mengambil anak-anak kita untuk taman dan museum.

Jika kita menangkap pemandangan balita Jepang memiliki kenakalan yang sulit dipahami di depan umum, kita akan menghela napas untuk diri kita sendiri, lega. Itu bukan hanya anak-anak kita, itu semua orang.

Namun orang tua Jepang tampaknya tidak melakukan intervensi sama sekali. anak akan duduk dibawah, menangis dan berteriak-teriak di taman bermain atau taman lainnya, dan orang tua tampak relatif tidak peduli.

Dalam salah satu amukan ter-epik oleh anak saya, di mana kita membersihkan gerbong kereta di jalur Yamanote dari Shinjuku, aku sangat bingung. Dia memutuskan dengan tegas tidak ingin naik kereta pulang, tapi kami benar-benar harus melakukannya.

Aku tidak dapat sepenuhnya menahannya karena aku memeluk putri saya yang baru lahir, anak saya mencoba dengan sekuat tenaga meninggalkan kereta sebelum berangkat, dan aku berbisik tulus Gomen-nasai (maaf) untuk semua penumpang yang cukup berani untuk tetap berada pada gerbong dengan kami. Pada saat itu, saya akan sepenuh hati menyambut orang lain untuk intervensi – tidak ada trik mendisiplinkan bagi saya selama ini yang berhasil.

Saya berbicara dengan sensei saya (guru) tentang sikap anak saya yang mengamuk nanti, menyebutkan kami memiliki frase dalam bahasa Inggris yang menggambarkan usia ini dalam kehidupan seorang anak yang mengerikan itu. Dia lalu mengangguk. “Kami melakukan juga,” dia tertawa. “Mano Nisei. The Evil Age”. Namun ketika saya bertanya bagaimana orang di Jepang menangani ‘usia jahat,’ dia hanya tersenyum misterius dan pergi.

Suatu hari, saya tidak sengaja berpikir mengapa aku tidak pernah melihat seorang anak Jepang yang didisiplinkan atau dimarahi tentang sikap mereka. Lalu keesokan, saat kereta lain sibuk, kali ini melihat seorang anak membuat ulah dengan memanjat bagian atas dalam kereta tempat menaruh barang. Sang ayah cepat-cepat menarik seluruh keluarganya dari gerbong kereta dan saat pintu ditutup dan kereta melesat pergi, aku melihatnya berjongkok pada platform kosong untuk anak nakal dan mulai memarahi. Itu adalah sebuah pencerahan bagi saya.

Di mana saya akan fokus pada menghentikan perilaku seperti itu terjadi, orang tua Jepang tampaknya menunggu sampai saat momen pribadi untuk membahas kenakalan anak tersebut. Saya mulai menyadari ini di mana-mana – orang tua berjongkok di belakang pilar di stasiun kereta api, di tepi taman, memulai percakapan yang tenang seperti anak-anak yang dinasehati di dalam mobil.

Selain mempertahankan harga diri anak, mendisiplinkan secara pribadi juga menjadi jurus kebanggaan orangtua. Dalam bahasa Jepang, disiplin adalah Shitsuke-yang juga diterjemahkan secara kasar ke dalam pelatihan atau pendidikan. Saya suka memikirkan hal itu sebagai pelatihan.

Orang tua diharapkan untuk menjadi contoh model perilaku anak-anak mereka yang harus ditiru.

Yang pasti, beberapa tindakan disiplin yang ekstrim ada di mana-mana. Satu keluarga di Jepang menjadi berita utama internasional ketika mereka anak umur tujuh tahun mereka hilang di hutan Hokkaido setelah mereka menelantarkan anak tersebut dan ditinggal pergi sebagai hukuman atas perilaku buruknya. Namun, ketika mereka kembali beberapa menit kemudian, anak tersebut menghilang (dan untungnya ditemukan, meskipun selama beberapa hari panik).