Panduan Makanan Halal Di Jepang


Inilah tips panduan makanan halal di Jepang bagi turis muslim. Jepang, dengan penduduk mayoritas kepercayaan Shinto 107juta orang, Buddha 89juta orang, Kristen dan Katolik berkisar 3juta orang.

Jumlah penganut kepercayaan di Jepang melebih angka jumlah penduduk Jepang itu sendiri.

Hal ini dikarenakan bercampurnya tradisi dan pengumpulan data, dan sebagian orang Jepang menganut lebih dari satu agama. Lalu, dimanakah posisi penganut agama Islam di Jepang?.

Dipastikan sangat sedikit sekali, tapi pemerintah Jepang sudah mulai peduli dengan penganut agama Islam, terlebih karena banyak turis asing muslim yang berkunjung. Data peningkatan pengunjung turis muslim ini dijadikan bahan untuk membuat mereka lebih nyaman lagi saat berkunjung ke Jepang, misalnya di bandara Internasional selalu disediakan mushola atau tempat sholat.

Tidak lupa juga, mesjid pertama dan tertua di Jepang yang dibangun pada tahun 1935 berada di Kobe. Dan yang terpenting adalah munculnya sertifikasi Halal di restoran-restoran Jepang. Jadi, buat kamu yang muslim bisa dengan tenang saat mengkonsumsi makanan di Jepang, cari saja yang bersertifikasi “Halal”.

Alternatif lainnya adalah mencari makanan yang non-Jepang, seperti restoran makanan Malaysia, Indonesia, Turki, Pakistan, India dan sebagainya. Nah jika buat kamu ada kesulitan mencari makanan Halal apalagi yang baru pertama kali ke Jepang, coba aja aplikasi android “Halal Navi”, dengan aplikasi ini kamu bisa cari restoran atau tempat makan halal terdekat disekitar kamu, selain itu kamu juga bisa cari mesjid terdekat. Nah, gampang kan?

Lalu, apakah restoran halal mahal buat kamu?

Buat para backpacker jika makan di restoran sepertinya agak kemahalan, apalagi restoran makanan khas negara lain. Saran Sensei adalah coba saja ke Supermarket terdekat, cari supermarket yang banyak diskon atau lagi diskon, dan beli bahan makanan kamu sendiri, masak di hostel kamu, biasanya sih ada dapur sendiri untuk masak. Dijamin lebih halal dan lebih hemat.

Masih kemahalan juga? Gampang, beli mie instant saja dan telur mentah, murah kok. Selain dapat nutrisi dari telur, sisa uang kamu bisa dibeliin buah, misal: pisang. Jadi nutrisi tetap terjaga.

Paling enak itu rebus mie, lalu setelah matang baru masukan telurnya mentah-mentah di mangkuk dan aduk. Jangan salah, telur di Jepang berbeda di Indonesia, telur di Jepang lebih fresh dan higienis, rasanya pun tidak terlalu amis.

Kalau telur di Indonesia harus dimasak dulu yah supaya tidak ada bakteri Salmonella yang masuk keperut dan jadi penyakit.

Semoga info dan sharing tentang Panduan Makanan Halal Di Jepang yang sensei berikan ini bermanfaat. Jika ada kekurangan dan penambahan silahkan komentar dikolom dibawah.