Tips Makan Hemat Saat Travel ke Jepang


Cara dan Tips Makan Hemat Saat Travel ke Jepang

Hai minna-san, kali ini sensei mau share tips gimana cara makan hemat saat kamu jalan-jalan di Jepang. Tentu saja sebelum kamu pergi , budget perjalanan pasti sudah dialokasikan, untuk makan, untuk penginapan, untuk tiket-tiket masuk tempat wisata, dana belanja oleh-oleh dan lain-lain. Perjalanan kali ini sensei mengalokasikan dana untuk makan hemat selama berada di Osaka dan Kyoto. Simak tipsnya disini:

  • Masak sendiri.
    Kok harus masak sendiri sih sensei? Saya harus bawa kompor gitu kesana? Hehe.. tenang dulu Onii-chan, sebelum menjawab hal tersebut, sensei mau rekomendasikan penginapan kamu via AirBnb, cari tempat yang ada kompor, kulkas, dan oven. Kalau kamu sudah dapat tempat yang lengkap dengan peralatan dapur, kamu bisa masak sendiri makanan kamu. Kecuali yah jika kamu gak mau ribet, gak bisa masak dan maunya makan diluar sambil cuci mata hehehe.

Kembali ke masak memasak, nah sensei akan cari supermarket terdekat, gak usah kuatir supermarket banyak kok, lalu beli daging, sayur dan lain-lain, jika beruntung biasanya pada malam hari dapat diskon. Jika ada sisa dana, Sensei biasa beliin Bir atau Wine sekalian hehehe.

  • Kaitenzushi.
    Restoran sushi conveyor belt, masih tidak paham? Ok deh Sensei jelasin yah, Kaitenzushi adalah restoran sushi dengan sistem berputar dengan bantuan rel dan piring-piring berisi makanan akan berputar didepan pelanggan. Susah jelasinnya deh, liat foto aja yah minna-san.
    Nanti kamu bisa pilih makanan dan ambil langsung dari conveyor belt tersebut. Harganya cukup murah mulai dari 100 Yen satu piring berisi 2-4 potongan sushi yang bisa buat ganjel perut. Rekomendasi sensei adalah Kura Zushi.
  • Seven Eleven.
    Kamu bisa dapetin potongan diskon hampir 50% jika beruntung pada malam hari, untuk jenis makan siap saji, biasanya Ramen yang harus dihangatkan dengan oven terlebih dahulu. Kesukaan sensei Tonkotsu Ramen di Seven Eleven cuma 300 Yen, bawa ke apartemen, hangatin di oven, makan pakai telor mentah diaduk di ramen. Jangan salah yah, telor di Jepang berbeda dengan telor di Indonesia, Telor di Jepang tidak berbau, fresh dan bersih. Sensei juga bingung kok sampai kualitas telor di Jepang saja sedemikian bagusnya.

Yah segitu saja yah minna-san, silahkan dilengkapi atau ditambahkan jika ada dikolom komentar dibawah yah, semoga bermanfaat bagi minna-san yang akan bepergian ke Jepang.

Jaa.. mata..!